good bye 21.

 Ada sebersit ganjalan yang tiba-tiba hadir dalam pikiranku, tak hanya hadir, tapi lebih menjurus ke mengganggu,yaitu umurku yang semakin menua. ya,, ,tinggal seminggu lagi aku akan berumur 22 tahun. itu artinya bilangan usiaku semakin bertambah dan bilangan jatah umurku semakin berkurang.

Padahal jika boleh mengambil permisalan, Rasulullah¬†Shallalahu ‘alaihi Wa Sallam meninggal saat Beliau berumur 63 tahun, itu artinya misalkan aku memiliki jatah umur 63 tahun, aku telah menghabiskan sepertiga jatah hidupku, sekali lagi itu hanyalah permisalan, karena tak ada satupun makhluk yang mengetahui jatah umurnya.

Bukan apa apa, hanyasaja yang jadi masalah adalah,untuk apa saja aku habiskan sepertiga jatah usiaku tersebut, prestasi apa yang telah aku dapatkan, amal kebaikan apa saja yang telah aku perbuat..?

Rasanya seperti terbangun dari mimpi kosong di siang bolong, hampa.

Tak ada amal kebaikan istimewa yang telah aku lakukan untuk tabungan akhiratku, tak ada prestasi dunia yang bisa menghantarkanku menuju kehidupan yang bisa dibilang mapan,yang ada hanyalah kehidupan hampa, penyesalan yang tak ada artinya.

Sudahlah, tak ada artinya menyesal di kemudian hari, toh semua kesalahan ini yang membuat adalah diriku, yang ada dan harus diperbaharui adalah rencana untuk apa sisa hidup yang Allah anugerahkan kepadaku, apakah hanya menjadi seonggok daging yang kesana kemari membawa kotoran, ataukah menjadi manusia yang bermanfaat bagi seluruh makhlukNya.

Jangan pernah tertipu dengan usia muda,karena mati itu tidak mengharuskan tua, tak ada kata terlambat selama nyawa kita belum terpisah dengan raga. Oleh karenanya, Mari kita pergunakan  sisa usia kita untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama, dan bertaqwa kepada Sang Pencipta.

“Wahai anak Adam.kalian tidak lain hanyalah kumpulan hari, setiap satu hari berlalu, sebagian dari diri kalian pun ikut pergi. [hasan al bashri]”

Iklan